Novel The Beginning After The End Chapter 307 (Bag 2) Bahasa Indonesia


 
Bab 307: Janggal  (Bag 2) 

Tubuhku diwarnai dengan warna ungu saat aether menempel erat di sekitarku. Namun, ketika aku bersiap untuk menghadapi humanoid berlengan empat itu, semburan tajam dari pikiran jahat merusak konsentrasiku.

'Makhluk itu milikku!' Geram Regis dengan suara yang tidak terdengar seperti miliknya.

Rekan bayanganku bergegas maju dengan cepat, rahangnya yang dilapisi kekuatan Destruction bergemerincing dengan gagah. Namun, salju di bawah Regis runtuh dan mengeras sehingga keempat kakinya membeku di tanah.

Menggeram frustasi, Shadow Wolf itu mulai menyentak tubuhnya, mencoba membebaskan diri, tetapi walaupun dengan aspek Destruction yang melapisi tubuhnya, es itu tetap kokoh.

Dengan hentakan sayap ungu tembus pandangnya, makhluk itu melesat tinggi di atas tanah dan mulai menghujani hujan es yang diwarnai aether.

Caera melintas di depanku, menempatkan dirinya di antara Regis dan hujan es berlapis aether tanpa ragu-ragu, dan menyulap dinding dari soulfire.

Sementara itu, aku menyalakan God Step, berteleportasi di udara di atas lawan kami untuk menghentikan serangannya. Membungkus diriku dalam kilatan energi ungu, aku mengarahkan posisiku saat jatuh tepat di atas bahu humanoid itu.

Mencengkeram leher makhluk itu, kedua sayapnya dikepak dengan kuat, tubuh kami terayun-ayun di udara, aku melingkarkan kakiku di pinggangnya dan mencoba merobek potongan portal dari kepalanya. Namun, potongan batu putih itu tidak bergeming dan armor es yang dipakainya mulai menggerogoti lapisan pelindung aetherku.

Melihat Caera telah berhasil memblokir sebagian besar serangan dengan api hitamnya dan membebaskan Regis, aku mengubah taktikku.

Daripada mencoba merobek bagian portal, aku mencengkeram kepala makhluk humanoid itu dengan kedua tanganku. Namun, saat aku mencoba menyerap aether yang membentuk daging ungu itu, aku lahap oleh semburan energi.

Rasanya seperti mencoba meminum air dari danau. Dengan risiko tenggelam, aku melepaskan cengkeraman di kepalanya dan fokus kepada sayap humanoid itu sebagai gantinya.

Makhluk itu mulai menggeliat kesakitan, mencoba menarikku dari punggungnya menggunakan lengannya, memukuliku dengan sayapnya, tetapi aku bertahan dengan kuat bahkan saat rasa dingin dari musuhku menembus lapisan pelindungku, menyebabkan dagingku sakit dan terbakar saat pola kristal es mekar di setiap titik di mana kami saling bersentuhan.

Memusatkan bola aether yang terkondensasi di sekitar tangan kananku, yang bisa meledak kapan saja jiga konsentrasiku gagal, aku mulai membentuknya, sama seperti saat berlatih menggunakan mainan buah kering yang diberikan Three Steps kepadaku.

Meskipun aether bocor saat aku mencoba mengubah bentuk aether, aku bertahan hingga bisa membuat sesuatu yang mirip dengan cakram yang cacat.

Aku menyerap aether dari makhluk humanoid itu dengan pelan, dengan hati-hati agar kekuatannya tidak menenggelamkanku saat aku terus mencoba membuat cakram menjadi lebih tipis, tapi bunyi retakan tiba-tiba bergema dari bagian kakiku yang membeku disertai rasa sakit yang mematikan di kaki kiriku.

Hampir kehilangan konsentrasi yang bisa meledakkan cakram aetherik di telapak tanganku, aku memilih untuk segera menembakkan mantranya, mengarah ke pangkal sayap kanan makhluk itu.

Piringan ungu tembus pandang melesat keluar dari tanganku, menghilang ke udara hanya dalam beberapa saat, menyisakan potongan yang rapi pada sayap artherik.

Makhluk itu menjerit, suaranya mendengung keras, saat kami terjatuh.

"Regis!" teriakku dengan keras  dalam pikiranku untuk menarik perhatian rekan bayanganku.

Melihat sesuatu yang buram, besar dan gelap mendekati kami di tanah, aku melepaskan cengkeramanku dari humanoid dan berpindah dengan God Step sekali lagi.

Dengan kilatan petir ungu, aku tiba di tanah sedikit lebih jauh, tapi langsung jatuh ke depan saat kaki bekuku tidak bisa digerakkan.

"Grey!"

Caera bergegas ke arahku, mata merahnya menatap ngeri pada kakiku yang hancur. Namun, fokusku sendiri tertuju pada luka berdarah di bahunya.

"Bagaimana kau bisa mendapatkan cedera itu?" Tanyaku, meringis karena sakit kakiku menggemeretak saat mulai sembuh.

Bangsawan Alacryan itu menggelengkan kepalanya. "Itu ulah Regis, tapi kurasa dia tidak sadar saat dia memukulku. Dia sedang tidak dalam kondisi pikiran yang stabil sekarang."

Gelisah saat melihat Caera terluka karena kami, tapi aku juga bersyukur bahwa kemampuan Destruction Regis yang baru tidak sekuat milikku. Jika itu terwujud sebagai api yang melahap segalanya, seperti milikku ...

Mengalihkan pandanganku ke pertempuran yang terjadi di kejauhan, aku bisa melihat Regis dan makhluk aetherik itu fokus dalam pertarungan yang memanas. Setiap serangan membawa kekuatan yang besar, melepaskan gelombang energi yang dapat dirasakan bahkan dari tempat Caera dan aku menonton.

"Aku harus pergi membantu," kataku sambil berdiri.

Caera melihat ke kakiku yang telah sembuh, ekspresinya tersembunyi di balik tanduk obsidiannya, lalu kembali menatapku. “Regis sepertinya tidak membutuhkan bantuan.”

"Aku tahu." Aku mengerutkan kening. "Tapi aku bisa merasakan bentuk barunya ingin menguasai Regis yang kita kenal."

Dengan anggukan, dia melangkah maju, berdiri di sisiku.  “Aku sudah menghabiskan terlalu banyak mana untuk bisa mengimbangi kalian berdua.  Aku akan mendukung dari belakang."

Tatapanku tertuju pada luka melengkung yang mencapai bahunya. Sementara darahnya berhenti, aku bisa melihat semburat ungu di atasnya.  "Aku minta maaf atas hal tersebut."

Caera mendorongku ke depan dengan senyum tipis.  “Jika luka ini membekas, kau harus menjelaskannya pada mentorku. Pergi sekarang."


Credit to Tapas as original english publisher. Support author dengan baca dan subscribe versi inggrisnya di tapas. Banyak bonusnya juga. Dengan harga terjangkau kalian bisa baca banyak novel.

Suport admin:
Gabung ke Tapas menggunakan invite code AMIR280K untuk mendapatkan sekaligus menyumbang 200 Ink! Daftar melalui aplikasinya ya! Terimakasih untuk yang selama ini sudah menyumbangkan Inknya.


Commento

Postingan populer dari blog ini

Novel The Beginning After The End Chapter 345 (Bag 1) Bahasa Indonesia

Novel The Beginning After The End Chapter 445 Bahasa Indonesia

Novel The Beginning After The End Chapter 443 Bahasa Indonesia